Jumat, 09 Mei 2014

HP dari Masa ke Masa

Sebenarnya judul posting di atas kurang tepat, soalnya yang ingin saya ceritakan di sini bukanlah tentang sejarah handphone seluruhnya, tapi lebih kepada handphone yang pernah saya gunakan mulai dari awal saya menggunakan hp sampai sekarang. Ya, hitung-hitung sekadar mengenang masa lalu, mulai dari masa-masa di mana hp lebih ditekankan kepada fungsinya untuk menelepon dan SMS atau orang sekarang bilang hp basic, sampai hp yang punya banyak fungsi dan aplikasi yang orang bilang sekarang smartphone.

1. Nokia 1100


Seingat saya, inilah hp yang pertama kali saya gunakan. Saat itu saya masih kuliah. Dikarenakan desakan dari berbagai pihak (Cieeee.. Desakan dari berbagai pihak... Kayak mau nyaleg aja...), akhirnya saya mau juga beli hp demi memperlancar komunikasi. Fungsinya ya buat nelpon dan SMS alias hp basic, dan ada game juga yang cukup sederhana namun bisa mengusir suntuk ketika lagi tak ada kerjaan. Ukurannya cukup mungil, sampai-sampai pernah hampir hilang karena tanpa terasa ketika saya duduk dengan posisi lutut hampir sama tinggi dengan perut (mirip-mirip jongkok gitu :P ), itu hp meluncur begitu saja dari saku celana goyang saya. Untung saja hilangnya belum jauh dari TKP, sehingga bisa ditemukan kembali dengan cara mengingat-ingat tempat yang pernah dilalui ketika hp itu hilang.

Dengan daya tahan baterai yang lumayan, hp ini cukup membantu komunikasi saya dengan teman-teman kuliah atau pun keluarga. Kelebihan lain yang dimiliki hp ini adalah punya lampu senter yang bisa digunakan menerangi kamar kos saya untuk sementara apabila lampu kamar tiba-tiba padam.

2. Nokia 8210


Awal pertemuan dengan hp yang satu ini adalah karena terjadinya musibah pada hp saya yang sebelumnya. Musibah itu terjadi di kamar kos saya di Kota Padang tempat saya menuntut ilmu di sebuah universitas. Malam itu saya tidur begitu nyenyak sehingga tak sadar ada maling menyusup ke kamar kos dan membawa lari hp saya. Alhasil demi memperlancar komunikasi dengan teman dan kerabat, saya pun mondar-mandir mencari hp yang sesuai dengan kondisi kantong saya yang pas-pasan. Akhirnya ketemulah hp ini. Mungil dan simpel. Tapi kalau dibandingkan dengan hp sebelumnya, hp ini baterainya lebih cepat habis.

Ada kesenangan tersendiri bagi saya memiliki hp Nokia 1100 ataupun 8210, yaitu casing-nya yang bisa begitu mudah digonta-ganti. Saya tak ingat sudah berapa kali membeli casing untuk kedua hp itu. Yang jelas jika saya melihat casing yang menarik dan saya punya kelebihan dana yang memadai, hampir bisa dipastikan saya akan membeli casing itu.

3. Nokia 2310


Inilah hp warna saya yang pertama :). Perkembangan handphone semakin lama semakin pesat. Berbagai inovasi dibuat agar pelanggan tertarik untuk membeli. Mengingat itu, ingin rasanya saya membeli hp baru yang agak lebih dari yang sebelumnya. Saya pun mencari-cari informasi melalui tabloid-tabloid yang khusus membahas hp. Sebenarnya banyak hp lain yang menawarkan sesuatu yang lebih, seperti yang memiliki MP3 player dan aplikasi java, tapi waktu itu saya baru tamat kuliah dan hanya bekerja sebagai operator komputer di suatu perusahaan konsultan teknik sipil. Membeli hp mahal tidak menjadi prioritas saya. Maka jatuhlah pilihan kepada hp ini.

Kelebihan hp ini dibanding hp saya sebelumnya tentu saja terletak di layar warnanya. Ukurannya cukup mungil dan terkesan lebih tebal. Saya juga suka modelnya. Kalau tidak salah ada tiga game tersimpan di dalamnya, dan yang paling sering saya mainkan adalah bounce, permainan bola menggelinding yang bisa memantul. Selain bermain game, saya juga sering mendengar radio melalui hp ini.

4. Nokia 5130 XpressMusic


Saya membeli hp ini awalnya karena ingin memiliki hp yang ada kameranya. Waktu itu saya sering melakukan survei lapangan dan butuh sama yang namanya dokumentasi lapangan. Walau hanya memiliki kamera 2 MP, hp ini sangat berguna buat saya. Dari segi hiburan, music player-nya cukup mantap, membuat saya makin menyukai hp ini. Ada fasilitas yang membuat kita bisa mengatur equalizer musik yang sedang dimainkan sesuai keinginan. Ingin meninggikan bass, atau menurunkannya, semua bisa dilakukan. Untuk ukuran sebuah hp berbasis java, music player-nya benar-benar mantap. Tak salah kalau namanya XpressMusic.

Karena hp ini berbasis java, kita bisa mendownload aplikasi java seperti game atau mobile browser. Saya sering menggunakan Opera Mini untuk menjelajah internet melalui hp ini. Kelemahannya tentu saja, jika kita terlalu sering browsing, baterainya jadi lebih cepat habis.

5. Nokia C5


Nokia C5 adalah hp berbasis symbian. Dulunya saya nggak tau soal apa itu hp symbian ataupun smartphone. Yang saya inginkan ketika membeli hp ini hanyalah agar bisa browsing internet lebih sering. Artinya ini hp khusus buat browsing. Sedangkan Nokia 5130 XpressMusic saya khusus buat nelpon dan SMS, selain buat dengar musik (music player di XpressMusic memang lebih mantap). Jadi kebiasaan saya menjelajah internet melalui Opera Mini teralihkan ke hp ini.

Selain Opera Mini, saya juga mendownload Whatsapp, aplikasi mobile messenger yang mulai mendunia. Tapi aplikasi ini jadinya saya hapus soalnya pulsa banyak tersedot (Whatsapp selalu aktif sehingga menghabiskan banyak paket internet saya) dan saya belum siap untuk itu.. Hehe..

6. Samsung Champ Duos E2652W


Inilah hp dual SIM pertama saya, sekaligus hp layar sentuh pertama saya. Awal-awalnya saya butuh banyak penyesuaian menggunakan hp ini, karena memang tak terbiasa dengan layar sentuhnya. Hp ini memang berbasis java, tapi teknologi layar sentuhnya memberi nilai tersendiri :). Selain itu hp ini sudah menyediakan kemampuan menangkap sinyal wifi.

Sebelum membeli hp ini, saya mengalami sedikit musibah. Hp Nokia 5130 XpressMusic saya tidak bisa lagi dihidupkan. Mungkin karena sering dibawa tidur sehingga sering terhimpit oleh tangan maupun badan saya ketika sedang tidur. Untuk menggantikan hp itulah saya membeli hp ini. Jadi saya tetap menggunakan dua hp, yaitu Samsung Champ Duos untuk nelpon dan SMS, kemudian hp Nokia C5 untuk mobile browsing.

Kelemahan hp ini adalah, mengaktifkan loudspeaker-nya ketika menelpon butuh lebih banyak waktu dibanding hp lain. Ketika menelpon dengan hp Nokia, saya cukup menekan satu tombol untuk mengaktifkan loudspeaker. Tapi jika menggunakan hp ini, saya harus menekan lama (hold) tombol yang terletak di samping kanan atas hp, kemudian muncul kotak tulisan untuk mengaktifkan loudspeaker di layar sentuh. Kotak tulisan itulah yang kemudian saya sentuh untuk mengaktifkan loudspeaker-nya.

7. Samsung Galaxy W


Akhirnya bisa juga saya membeli smartphone berbasis android. Samsung Galaxy W adalah pilihan saya waktu itu. Belinya juga tak direncanakan sebelumnya. Ketika jalan-jalan di sebuah plaza, tiba-tiba keinginan untuk membeli hp muncul. Tanya toko hp sana-sini, mentoknya pun di smartphone Samsung Galaxy W.

Samsung Galaxy W mengubah cara pandang saya mengenai hp. Banyak sekali aplikasi yang tersedia di smartphone android versi gingerbread ini. Ada kompas, GPS, Google Map dll. Game-nya lebih variatif. Browsernya juga lebih mantap. Hp bukan hanya sekadar buat nelpon dan SMS. Hp (terutama smartphone) adalah pintu menuju dunia yang lebih luas. Keputusan yang saya ambil adalah menggunakan dua hp, yaitu Samsung Champ Duos dan Samsung Galaxy W. Sedangkan hp symbian saya serahkan ke orang tua saya agar bisa digunakan sebagai hp tambahan.

8. Motorola Defy Mini XT321 Dual SIM


Karena ingin lebih praktis dalam menelpon, saya mencoba mencari kira-kira apa smartphone android yang ukurannya cukup kecil dan mudah dibawa ke mana-mana. Bertemulah saya dengan Motorola Defy Mini XT321, smartphone android dual SIM yang cukup tangguh. Saya membeli smartphone ini di sebuah toko online yang sudah cukup ternama di dunia maya. Alhasil Samsung Champ Duos pun saya lepas secara bebas alias tidak dipakai lagi.

Katanya smartphone ini tahan air. Saya tak tahu pasti dan saya belum pernah mencoba membenamkannya ke dalam air. Tapi dari tampilannya, saya kira cukuplah untuk menjaganya dari derasnya hujan ketika dibawa. Lubang headset dan lubang charger-nya pun tertutup cukup rapat sehingga membantunya tidak tersusupi air ketika hujan.

9. Nokia 112 Dual SIM


Walaupun pasar smartphone semakin luas, keinginan produsen hp untuk memproduksi basic phone dan feature phone tidaklah surut. Mungkin karena masih ada pasarnya, yaitu pasar menengah ke bawah. Bisa juga karena alasan lebih praktis, tidak boros baterai dll. Buktinya mata saya melek juga ketika melihat hp Nokia 112. Hp berbasis java atau mungkin lebih keren disebut feature phone ini saya lihat ketika menjelajah internet. Katanya hp ini sangat tahan lama. Wajar saja karena hp ini simpel tapi memiliki baterai dengan kapasitas 1400 mAh.

Hp ini lebih sering saya pakai sebagai hp cadangan. Sesekali kartu SIM di hp Motorola Defy Mini saya pindahkan ke hp ini, untuk alasan praktis karena ukurannya yang lebih mungil. Kelemahan hp ini adalah (bisa jadi disebut kelebihan, tergantung cara pandang kita) jika menyimpan nomor kontak dengan format 08xxxxxxx, nama kontak tidak akan muncul ketika nomor tersebut masuk atau melakukan panggilan ke hp ini. Solusinya adalah dengan menggantikan angka 0 di depan dengan kode negara. Kalau di Indonesia tentu saja kode negaranya +62 sehingga formatnya menjadi +628xxxxxxx. Dengan cara itu baru nama kontak akan muncul di layar ketika nomor tersebut masuk. Seiring waktu berjalan, hp ini pun makin jarang saya pakai.

10. LG L3 II Dual SIM


Memori internal yang kecil di smartphone Motorola Defy Mini kali ini jadi alasanku mencari-cari informasi seputar smartphone. OS Android, ukuran yang cukup kecil, memori internal yang lumayan besar, itulah tipe hp yang saya cari berikutnya. Dan jatuhlah pilihan pada LG L3 II Dual SIM. OS-nya sudah Android versi Jelly Bean. Karena itu, saya pun mendownload BBM yang sudah menyediakan aplikasinya di android versi 4.0 ke atas waktu itu. Whatsapp juga tidak ketinggalan. Kedua aplikasi messenger itu tertanam di hp LG-ku ini. Masalahnya adalah baterai hp jadi lebih cepat habis karena harus sering mengaktifkan paket data internet.

Ketika tersiar kabar bahwa BBM sudah bisa di-install di Android versi Gingerbread, saya pun mengalihkan aplikasi BBM dan Whatsapp ke Samsung Galaxy W, sehingga hp LG saya sekarang lebih diarahkan buat telepon dan SMS-an, serta sesekali buat browsing. Dengan cara seperti itu (semua koneksi dimatikan, kecuali buat nelpon & SMS, serta sesekali paket data diaktifkan), baterai hp LG saya bisa bertahan 2 hari atau bahkan 3 hari.

Tidak ada komentar:

Random Post