Langsung ke konten utama

Aroma Hujan

Saat saya mulai membuat tulisan ini, di luar sedang hujan. Hujan yang lumayan banyak, walau tidak begitu deras. Serasa ada yang berbeda ketika awal tahun ini dihiasi dengan cuaca yang lumayan panas, kemudian pada waktu tertentu, hujan turun. Ada yang bilang, ketika hujan turun seperti ini, pikiran kita akan melayang pada sesuatu yang menimbulkan perasaan melankolis. Ingat lirik lagu Opick? "Hujan kau ingatkan aku tentang satu rindu"? Seperti itu kira-kira perasaan yang muncul ketika hujan.

Selidik punya selidik, ternyata hal ini ada ilmunya. Kenapa ada perasaan yang berbeda ketika hujan turun? Ada aroma tersendiri yang tercium ketika hujan turun setelah sekian lama panas menyengat. Bau ini menimbulkan perasaan segar, yang tak jarang pula menimbulkan perasaan melankolis. Istilah dari aroma ini adalah "petrichor". Kata yang punya ilmu, aroma petrichor muncul akibat minyak yang berasal dari tumbuhan (yang diproduksi selama cuaca kering) terlepas ke udara ketika hujan turun. Selain itu, bau ini juga berasal dari zat kimia yang dihasilkan oleh bakteri tanah "Actinomycetes" yang terlepas ke udara ketika hujan menyentuh tanah.

Teori lain juga ada menyangkut bau hujan ini. Teori ini berhubungan dengan ozon, dan terjadi ketika hujan petir. Kilat memecah molekul oksigen dan nitrogen dan berkombinasi lagi menjadi nitrit oksida, kemudian berinteraksi dengan zat kimia lain untuk membentuk ozon. Bau ozon inilah yang tercium ketika hujan turun atau ketika hujan akan turun.

Teori-teori tersebut memang menjelaskan mengapa bau petrichor dan bau ozon muncul. Tapi untuk menjelaskan kenapa bau itu menimbulkan perasaan tertentu di hati beberapa orang, terutama perasaan mellow, tentu beda lagi ceritanya. Setiap orang tentu punya cerita yang berbeda karena punya memori yang berbeda. Mungkin bukan cuma masalah "bau", tapi juga masalah perasaan "dingin" yang muncul.

Biar bagaimanapun, perasaan yang timbul ketika hujan turun, merupakan perasaan yang istimewa. Sebagian orang bisa mengungkapkan dengan kata-kata, sebagian lagi cukup dalam hati saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Blog Versi Mobile

Perkembangan teknologi yang sudah semakin pesat akhir-akhir ini telah semakin memanjakan para pemakainya, tak terkecuali teknologi internet. Akses internet yang dulunya sangat mahal sekarang menjadi lebih murah. Warung internet sudah menyebar ke mana-mana seperti virus. Bahkan mengakses internet sekarang dipermudah dengan adanya handphone yang menyediakan layanan akses internet secara mobile. Namun mengakses internet melalui hp memiliki kelemahan tersendiri

Dilema Smartphone

Ada dua hal yang sering jadi pertimbangan saya ketika ingin membeli sebuah handphone, yang pertama ukuran, yang kedua daya tahan baterai. Kedua-keduanya sangat sulit disatukan ketika saya ingin membeli smartphone. Kita sama-sama tahu kalau smartphone memiliki kemampuan yang luar biasa karena fitur-fitur dan aplikasi-aplikasi yang disediakan, antara lain aplikasi menonton video online, media sosial, instant messenger (whatsapp, telegram, line dll). Pada intinya aplikasi-aplikasi tersebut termasuk aplikasi yang paling sering menguras baterai. Smartphone jaman sekarang sudah banyak yang memiliki layar berukuran di atas 5 inchi. Bahkan yang paling banyak (mungkin paling laku) adalah yang berukuran di atas 6 inchi. Dulu smartphone berukuran 5 sampai 7 inchi sering diistilahkan sebagai phablet (gabungan antara phone dan tablet). Beberapa produsen smartphone dulu juga akan mengeluarkan seri smartphone berukuran phablet, tapi tak sedikit juga mengeluarkan seri smartphone di ukuran layar 5 in...

Global Warming dan Daratan di Bawah Permukaan Laut

Global warming..... Istilah ini mungkin sudah sangat sering kita dengar. Sebuah isu (yang dimaksud isu di sini bukannya gosip kayak yang di infotainment itu loh :) ) tentang terjadinya pemanasan di bumi kita yang meningkat cukup drastis dan mempengaruhi kehidupan kita dan lingkungan di sekitar kita. Suatu keadaan yang harus kita waspadai, karena ini menyangkut masa depan kita dan anak-cucu kita.