Senin, 24 Januari 2011

Global Warming dan Daratan di Bawah Permukaan Laut

Global warming..... Istilah ini mungkin sudah sangat sering kita dengar. Sebuah isu (yang dimaksud isu di sini bukannya gosip kayak yang di infotainment itu loh :) ) tentang terjadinya pemanasan di bumi kita yang meningkat cukup drastis dan mempengaruhi kehidupan kita dan lingkungan di sekitar kita. Suatu keadaan yang harus kita waspadai, karena ini menyangkut masa depan kita dan anak-cucu kita.

Mengutip informasi dari Wikipedia, Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Yang jadi perhatian saya saat menulis di blog ini adalah tentang naiknya permukaan air laut. Bisakah kita bayangkan suatu saat nanti, permukaan air laut naik sehingga luas daratan kita, khususnya di Indonesia, jadi berkurang? Akibat apa yang bisa timbul? Daratan jadi semakin sempit sedangkan di sisi lain jumlah penduduk semakin banyak. Mungkin saja beberapa tahun yang akan datang, masyarakat yang kini tinggal berdekatan dengan pantai berduyun-duyun mengungsi ke daratan yang lebih tinggi karena tanah yang mereka miliki sudah 'hilang'. Huff... Apa saya menghayal terlalu jauh ya?

Sobat, apa kira-kira solusi yang mesti dilakukan apabila hal-hal tersebut di atas benar-benar terjadi? Soalnya nih, entah ada hubungannya atau tidak, daratan di Jakarta yang dekat pantai sudah sering ditimpa banjir saat ini. Apa perlu dibuat tanggul seperti di Belanda sana, sehingga suatu saat nanti bisa saja daratan yang kita tempati juga banyak yang berada di bawah permukaan air laut?

20 komentar:

yusuf mengatakan...

Belanda mampu membuat tanggul, bagaimana dengan negeri kita?

rooteye mengatakan...

yang dijakarta mesti siap siap nih

ianz mengatakan...

@yusuf, kayaknya kita mesti belajar banyak dari belanda sob.....
@rooteye, hmmm... waspadalah...

seatvacations mengatakan...

sayang sekali ya..lama kelamaan banyak flora dan fauna yang menjadi korban.

silakan mampir

ianz mengatakan...

@seatvacations, hmmm... mudah2an aj ga tjadi sob...........

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

masih terlalu lama mungkin itu akan terjadi, yang jelas yang sedahsyat film 2012 itu, hhe

salam kenal..

ianz mengatakan...

@secangkir teh dan sekerat roti, yakin masih lama sobat? jgn2 taun depan lg? :D
tp mudah2an aj yg ditakutkan ga terjadi ya..

NURA mengatakan...

salam sobat
ikut prihatin dengan keadaan bumi ini yang semakin panas.
semoga th 2012 tersebut tidak sedasyat yg diprediksikan selama ini.

TUKANG CoLoNG mengatakan...

solusi mah banyak, udah semua menjabarkan. masalahnya sekarang, semua mau ga bertindak konkrit

ianz mengatakan...

@nura, yupz... kita sama2 berdoa saja mbak...
@tukang colong, bener jg ya... apa karna berat di ongkos kali ya?

uny mengatakan...

aaaaa.....
kalo permukaan laut naik terus artinya kita tenggelam dok... teus klo tenggelam kita smua bisa mati donk... hiks hiks hiks

ade mengatakan...

semoga bumi bisa bertahan lebih lama..... amiiin

ianz mengatakan...

@uny, hiks hiks... mudah2an aja ga terjadi...
@ade, amiiin......

Basir Annas Sidiq mengatakan...

kasihan bumi kita..
^_^

Muhammad A Vip mengatakan...

sudah sering diprediksi Jawa bakalan kelelep dan ilang, solusinya transmigrasi.

ianz mengatakan...

@basir annas sidiq, ya... bukan hanya bumi, tapi jg seluruh isinya termasuk kita :( ........
@muhammad a vip, hmmm... mudah2an ga terjadi sob......

vany mengatakan...

Kalo membayangkan jkt seperti belanda, rasanya msh jauh ya, mas...
*slm knl dan mksih udah mampir di blogkuw*

ianz mengatakan...

@vany, kalo dipikir-pikir mmg msh banyak yg msti kita pelajari utk memiliki teknologi spt itu... *salam kenal jg*

yuni cute mengatakan...

Hmm iya juga sih, klo daratan udah sempit dan penghuninya makin padet, gimana klo gantian kita yang hancurin gedung bertingkat diganti rusun tingkat 100, ngurangin lahan kan?

ianz mengatakan...

@yuni cute, hehe... bole jg tuh...

Random Post