Jumat, 22 Juli 2011

Mengatur Keuangan dan Berinvestasi

Kenapa ya gaji saya sebulan itu habis begitu saja, tak tahu larinya entah ke mana, tahu-tahu sudah tak ada lagi yang tersisa? Hmm... Kayaknya banyak yang punya pertanyaan seperti itu. Apalagi bagi tipe orang yang memiliki penghasilan relatif tetap dari bulan ke bulan. Hal itu jadi masalah klasik yang tak ada habisnya. Walaupun mungkin gaji kita baru aja naik (sedikit), tetap aja rasanya tak cukup memenuhi kebutuhan (atau mungkin keinginan?) hidup kita dalam sebulan.

Karena latar belakang itulah saya kembali melakukan googling mencari informasi bagaimana caranya mengatur keuangan agar tak hilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak apa pun. Di bagian atas hasil pencarian google mengenai 'prinsip-prinsip mengatur keuangan pribadi', saya temukan tulisan yang mungkin bisa membantu dalam mengatur keuangan pribadi sekaligus tips berinvestasi (http://www.goblogin.com/index.php/finance/497-management/1951-15-prinsip-prinsip-dasar-keuangan-pribadi-bagaimana-cara-berinvestasi-yang-baik).

Seperti yang pernah saya singgung, belajar dari bukunya Safir Senduk, salah satu cara mengelola dan menambah pundi-pundi uang adalah dengan menambah harta produktif. Contohnya investasi. Jadi mari kita simak bagaimana mengatur keuangan dan berinvestasi berdasarkan tulisan yang saya temukan dari hasil googling tadi, yang dirangkum dalam '15 prinsip dasar keuangan pribadi';

  1. Semakin besar resiko, semakin besar keuntungan yang didapat
    Salah satu bagian utama dari pembiayaan pribadi adalah menabung. Orang menabung untuk berbagai alasan tetapi umumnya digunakan untuk membeli barang yang bagus atau untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Salah satu cara untuk menghemat uang adalah dengan menginvestasikannya. Kita tentu ingin membuat investasi yang pada akhirnya akan membuat tabungan kita bertambah. Sayangnya kita tidak bisa melihat masa depan terhadap investasi mana saja yang punya harapan berkembang dan mana yang buruk. Semua investasi itu pasti mengandung resiko. Semakin tinggi resiko investasi maka semakin untung yang akan anda raih, tetapi anda juga bisa kehilangan semua investasi anda.
  2. Investasi akan bertumbuh seiring berjalannya waktu
    Untuk memperoleh uang maka kita berinvestasi dalam tabungan. Mengapa? karena biasanya investasi bertumbuh seiring berjalannya waktu. Inilah yang disebut nilai waktu uang.
  3. Melakukan diversifikasi untuk menurunkan resiko
    Kita semua tahu bahwa semua investasi mengandung resiko, ini disebabkan tidak ada seorangpun yang tahu 100% tentang masa depan investasinya. Inilah sebabnya mengapa anda perlu mendiversifikasikan investasi anda. Jika anda menaruh semua uang anda dalam satu jenis investasi dan kemudian ambruk, maka anda akan menyalahkan hidup ini sebagai tidak adil. Sebarkan uang anda pada beberapa jenis investasi, supaya jika salah satu investasi gagal maka anda tidak kehilangan semuanya. Inilah sebabnya mengapa anda seharusnya mendiversifikasikan investasi anda.
  4. Tidak semua resiko itu sama
    Lebih baik anda menaruh uang anda ke dalam 2 macam investasi yaitu investasi beresiko tinggi dan investasi beresiko rendah. Dalam hukum fisika keduanya akan saling meniadakan sehingga tidak ada resiko. Tetapi kasusnya berbeda. Setiap investasi itu mempunyai resiko yang berbeda-beda, jadi terserah kepada anda untuk mengevaluasi resiko yang ada.
  5. Hindari pasar investasi yang kompetitif
    Tujuan kita di sini adalah untuk mendapatkan uang. Sayangnya semua orang juga mempunyai tujuan yang sama. Konsep inilah yang menyebabkan mengapa pasar yang kompetitif itu harus dihindari. Semua orang ingin mencari investasi yang murah dengan hasil kembali yang besar. Tetapi investasi yang murah itu biasanya tidak bertahan lama, dengan kata lain, sulit untuk mengalahkan sistem.
  6. Pajak
    Kita semua tahu bahwa setiap uang yang anda peroleh akan dikenakan pajak. Itulah sebabnya mengapa setiap investasi yang anda buat harus mempertimbangkan implikasi pajak. Tujuan di sini adalah untuk memperoleh keuntungan lebih setelah dikenakan pajak. Ketika mau berinvestasi maka hitunglah selalu berapa keuntungan anda setelah dikenakan pajak.
  7. Buatlah perencanaan untuk hal yang tak terduga
    Kita semua senang berpikir bahwa hidup kita baik-baik saja dan tidak ada yang akan terjadi kepada kita. Tetapi setiap orang akan menghadapi situasi darurat yang tidak diharapkan minimal sekali dalam hidup mereka. Anda bisa kehilangan pekerjaan, kehilangan rumah akibat bencana, atau kematian akibat penyakit yang menimpa keluarga dan anak anda. Semua jenis situasi darurat ini memerlukan biaya. Ketika memikirkan masa depan keuangan anda, maka anda perlu berpikir bagaimana jika ... dan berapa biayanya.
  8. Perencanaan
    Memang mudah untuk terus menunda-nunda pembuatan perencanaan keuangan. "Oh, saya baru 20 tahun, pensiun saya masih lama dan saya tidak pernah mengalami kecelakaan." Jangan meremehkan konsekwensi dari apa yang bisa terjadi jika anda masuk dalam situasi darurat tanpa mempunyai uang. Ingat, anda tidak akan mendapatkan apa-apa jika tidak punya sebuah perencanaan.
  9. Pengetahuan adalah kekuatan
    Anda perlu mengetahui apa yang anda hadapi sebelum anda tenggelam. Ketika uang terlibat maka terdapat banyak penipuan di luar sana yang perlu anda hindari. Anda perlu memahami mengapa anda berinvestasi sehingga anda akan tetap bertahan dengan rencana anda. Tanpa pengetahuan, anda mungkin akan kehilangan peluang investasi. Untuk membuat sebuah investasi yang benar maka anda harus memahaminya.
  10. Selalu asuransikan
    Asuransi menolong kita bersiap-siap untuk menghadapi situasi darurat yang membutuhkan uang banyak. Salah satu hal terburuk yang bisa terjadi adalah berada dalam keadaan darurat tanpa asuransi dan tanpa uang. Anda perlu persiapan untuk bencana besar seperti kebakaran, banjir, gempa bumi, tornado dan badai. Dengan memiliki jenis asuransi yang benar maka anda bisa melindungi aset anda seperti halnya investasi anda.
  11. Waktu dan resiko berinvestasi
    Adalah lebih baik untuk berinvestasi sejak dari awal. Ketika anda berinvestasi dari sejak dini maka investasikan uang anda pada investasi yang sedikit beresiko. Seiring berjalannya waktu, investasi yang lebih beresiko akan memiliki hari yang baik dan hari yang buruk. Secara umum, investasi yang lebih beresiko berakibat lebih baik dibandingkan investasi yang stabil. Jika anda terlambat berinvestasi maka lebih baik anda berinvestasi pada investasi yang lebih stabil.
  12. Hati-hati dengan ucapan salesman
    Ketika anda mempekerjakan agen keuangan maka anda mempercayakan uang anda kepadanya. Anda perlu mempercayai agen anda dengan sepenuhnya. Beberapa agen cenderung untuk melakukan apa yang lebih menguntungkan untuk dirinya dibandingkan untuk diri anda. Inilah sebabnya pengetahuan menjadi begitu penting. Anda perlu melakukan riset sendiri ketika mencari seorang agen. Anda perlu tetap berada di dalam jalur dan dibekali dengan pengetahuan mengenai investasi yang ditaruh oleh agen anda.
  13. Tabunglah sedikit
    Jangan pikirkan tabungan itu sebagai sebuah tugas tetapi pikirkan sebagai sebuah pembayaran untuk diri anda sendiri. Simpanlah sedikit uang setiap kali anda mendapatkan uang. Sisanya bisa anda pakai untuk membayar tagihan-tagihan.
  14. Uang bukanlah segalanya
    Jangan salah arah mengenai apa yang penting dalam hidup anda. Ingatlah selalu mengapa anda menabung dan apa sebenarnya tujuan yang ingin anda raih.
  15. Pokoknya lakukan saja
    Segalanya tidak akan selesai jika anda tidak memulainya dari sekarang. Menabung itu seperti diet, sesuatu yang harus dilakukan secara terus menerus.

Namun terlepas dari apa yang disampaikan, ada satu wacana yang pernah saya dengar dan baca, bahwa ada sisi lain yang tidak bisa kita kesampingkan. Sebagian orang pernah mengungkapkan, walaupun sudah bergaji besar, dan menerapkan prinsip-prinsip investasi yang dianjurkan, tetap saja hasilnya bukan berupa keuntungan, malah lebih pada kerugian. Ada sesuatu yang mungkin tidak bisa dinilai dengan logika, bahkan lebih tepatnya mengarah kepada nilai-nilai spiritualitas. Bukan, maksud saya bukan dengan cara bertapa 40 hari 40 malam dan merapal ajian-ajian tertentu. Kekuatan di luar logika yang saya maksud adalah kekuatan sedekah.

Jika kita berpikir pendek, kita akan menganggap bahwa sedekah itu mengurangi harta kita. Namun, tak jarang ditemui, orang yang diselamatkan hidupnya karena suka bersedekah. Cobalah sobat googling di internet dengan menggunakan kata 'kekuatan sedekah' atau 'menjadi kaya dengan sedekah'. Sobat bisa melihat contohnya di sana.

2 komentar:

sawali tuhusetya mengatakan...

artikelnya sangat mencerahkan dan bermanfaat. mengatur dan memanage keuangan memang sangat diperlukan, lebih2 dalam berinvestasi. terima kasih atas info dan kiat2nya.

ianz mengatakan...

@sawali tuhusetya, sama2 sob... :)

Random Post