Jumat, 11 Desember 2009

Masih Menatap Samudra

Garis-garis lelah di wajahnya mungkin masih belum bisa menggambarkan
Rasa yang sedang tersimpan dalam dadanya
Keyakinan yang selalu ditanamkan di hatinya tetap tak jua sirna
Walau hidup terus menghempas seperti lautan menghantam batu karang

Nak, bukannya aku tak setuju
Tapi kau capailah cita-citamu dulu, aku mendukungmu
Sampai suatu saat bisa kau buktikan padaku, siapa dirimu
Waktu mungkin akan membiarkanku menyaksikan semua itu

Dia pernah bicara tentang sakit yang pernah menimpanya
Dan keyakinan yang tetap akan dipertahankannya
Langit dan bumi sudah terlalu sering berbicara
Tapi hatinya tetap seperti itu juga

Nak, bukannya aku hendak melampiaskan amarahku padamu
Tapi carilah apa yang bisa kau genggam kuat di tanganmu
Dan yakinkan padaku kau takkan melepas yang telah kau raih itu
Percayalah, aku takkan lagi menghalang-halangi langkah-langkah kakimu

Dia tetap saja dia, walau waktu mungkin saja mengubah sebagian dari hidupnya
Batu karang itu masih saja berdiri di sana, masih menatap samudra
Aku tak tahu apa lagi yang tersimpan di hatinya
Aku hanya menduga, dia akan membuktikan apa yang bisa digenggamnya

Tidak ada komentar:

Random Post