Kamis, 08 Maret 2018

Kisah Enam Puluh Purnama

Banyak mungkin yang ingin aku ceritakan
Tapi tak mampu aku ungkapkan
Karena kisah setiap kali jantung berdetak
Ketika itu semua kulalui bersamamu
Adalah kisah yang istimewa

Ingatlah jalan-jalan yang kita lalui di bawah terik matahari
Dan keringat yang terus menetes tak mau peduli
Panas menyentuh kulitku, tapi dingin menyentuh hatiku

Ingatlah ketika hujan turun deras di malam yang dingin
Dan kita mencari tempat untuk berlindung diri
Kita berharap agar hujan segera berhenti
Tapi kenapa kuingin waktu pun ikut terhenti?

Jika kisah ini mengandung suka, kagumilah
Dan jika kisah ini mengandung duka, pahamilah

Tahukah kamu saat aku menunggu dengan resah di hatiku?
Pikiranku kacau seolah-olah itu adalah hidup matiku
Tapi saat tangisnya pecah dan engkau tersenyum
Tak ada yang menandingi indahnya warna pelangi di jiwaku

Tahukah kamu saat kudengar apa yang mungkin terjadi?
Buah hati kita, sakit yang dirasanya
Aku hanya mampu pasrahkan semua
Namun tawanya dan lincah langkah kakinya,
Menghilangkan keragu-raguanku
Mengembalikan cahaya di mataku

Jika kisah ini mengandung suka, kagumilah
Dan jika kisah ini mengandung duka, pahamilah

Selalu ada yang tak bisa aku penuhi
Karena aku dan keterbatasanku
Tapi saat kau bahagia
Aku merasa jadi laki-laki paling hebat sedunia

Sesungguhnya kisah ini belum selesai
Mungkin masih panjang jalan yang harus kita lalui
Enam puluh purnama masih belum seberapa
Walau setiap detiknya terasa berharga

Jika kisah ini mengandung suka, kagumilah
Dan jika kisah ini mengandung duka, pahamilah

Tidak ada komentar:

Random Post