Minggu, 23 Oktober 2011

Merantau

Merantau, salah satu tradisi yang banyak melekat pada laki-laki Minangkabau, baik pada masa dahulu maupun pada era perkembangan ekonomi yang cukup pesat sekarang ini. Ya, bukannya tak ada laki-laki yang tinggal di kampung halaman, tradisi merantau sudah menjadi salah satu solusi terutama bagi para pemuda untuk sekedar mencari pengalaman atau menemukan kondisi kehidupan yang lebih layak. Karena kebiasaan itulah, dikenal adanya daerah darek (wilayah inti) dan daerah rantau.

Bahkan ada satu pantun tersendiri yang khusus ditujukan bagi pemuda Minangkabau yang berbunyi:

Karatau madang di hulu
Babuah babungo balun
Marantau Bujang dahulu
Di kampuang baguno balun

(Keratau madang di hulu
Berbuah berbunga belum
Merantau Bujang dahulu
Di kampung berguna belum)

Saya tak tahu pasti penyebab begitu melekatnya istilah merantau bagi pemuda Minang. Ada sebagian orang yang mengatakan, salah satu motivasi kuatnya keinginan seorang laki-laki untuk merantau adalah karena tak adanya hak warisan atas harta pusaka bagi anak laki-laki, sehingga kalau ingin sukses, mesti mencari penghidupan dulu di negeri orang. Mungkin juga karena sebab yang diutarakan pada pantun di atas, di kampuang paguno balun (di kampung berguna belum). Selain itu, motivasi merantau juga bisa disebabkan karena ingin menuntut ilmu.

Mungkin di antara sanak sekalian juga ada yang merasakan, bukan hanya masyarakat Minang, timbul keragu-raguan ketika hendak merantau. Ada pertanyaan yang timbul, apakah saya bisa sukses ketika nanti pergi ke negeri orang, atau malah saya bakal terkatung-katung di sana tak tentu arah tujuan? Tenang, anda tak sendiri, saya juga pernah merasakan hal yang sama ketika diajak seorang teman pergi merantau menyeberang pulau :). Yah, akhirnya paling juga saya pergi merantau ke propinsi sebelah, itu pun juga ada sanak keluarga yang tinggal tak jauh dari tempat saya kerja. Intinya, tetap ada tantangan tersendiri ketika kita pergi jauh dari keluarga.

Ketika merantau, kita pasti akan menemukan suasana yang berbeda dari tempat asal kita. Mungkin kondisi lingkungan yang berbeda, atau adat kebiasaan masyarakat yang berbeda. Kemampuan adaptasi terhadap suasana baru jadi sangat dibutuhkan. Akan lebih baik lagi, sebelum merantau, kita sudah mempelajari kondisi lingkungan dan kebiasaan masyarakat tempat tujuan kita merantau.

Memang butuh keberanian untuk mencoba hidup di negeri orang. Tapi bukan hanya keberanian yang kita butuhkan. Ada baiknya, sebelum merantau, ada modal atau kemampuan (skill) yang telah kita miliki agar nanti bisa digunakan di rantau. Modal atau kemampuan itu nantinya juga bisa diasah dan ditingkatkan ketika sudah di rantau.

Menurut anda, apalagi tips merantau yang bisa kita praktekkan?

Tidak ada komentar:

Random Post