Langsung ke konten utama

Postingan

Bermain di Situs PTC

Sebenarnya sudah cukup lama saya mengetahui ada peluang online yg dikenal dengan nama PTC (Paid To Click), tapi karena adanya keterbatasan, saya tak pernah benar-benar serius menekuni bisnis ini. Terutama sekali karena saya tak punya PC dan modem untuk akses internet di rumah. Bayangkan jika saya melakukannya di warnet. Penghasilan yang saya dapat dari program PTC tak lebih besar dari biaya sewa main internet di warnet. Yang ada malah saya jadi rugi. Ya nggak?

Mengatur Keuangan dan Berinvestasi

Kenapa ya gaji saya sebulan itu habis begitu saja, tak tahu larinya entah ke mana, tahu-tahu sudah tak ada lagi yang tersisa? Hmm... Kayaknya banyak yang punya pertanyaan seperti itu. Apalagi bagi tipe orang yang memiliki penghasilan relatif tetap dari bulan ke bulan. Hal itu jadi masalah klasik yang tak ada habisnya. Walaupun mungkin gaji kita baru aja naik (sedikit), tetap aja rasanya tak cukup memenuhi kebutuhan (atau mungkin keinginan?) hidup kita dalam sebulan.

Apa yang Dilakukan Karyawan Ketika Libur?

Libur pun tiba. Aktifitas yang relatif sama dalam beberapa hari telah dijalani oleh seorang karyawan (Dalam hal ini, tentu saja termasuk karyawati). Pergi ke kantor/lokasi kerja di pagi hari, melakukan tugas rutin, kemudian pulang di sore hari atau bahkan di malam hari ketika pekerjaan menumpuk harus diselesaikan hari itu juga. Aktifitas seperti itu membuat hari libur memiliki arti tersendiri bagi seorang karyawan. Lalu apa yang biasa dilakukan oleh seorang karyawan ketika hari libur itu tiba?

Kenapa Sering Berpindah Kerja?

Tamat sarjana tahun 2007, saya mulai mencoba melamar pekerjaan di berbagai tempat. Dalam waktu yang tidak lama, saya diterima di sebuah perusahaan konsultan konstruksi. Pekerjaan itu dijalani tak sampai setahun. Berpindah pekerjaan dari tahun ke tahun pun saya jalani. Entah itu karena pekerjaan yang bersifat kontrak, atau karena masa depan karir yang tak begitu jelas buat saya. Mungkin sebagian kita kerap mengalami hal yang seperti itu. Selalu berpindah pekerjaan dalam waktu yang relatif singkat. Tak jarang pula pada saat mencoba melamar pekerjaan yang baru, kita dilontarkan pertanyaan; kenapa sering berpindah pekerjaan? Wajar saja kalau ada pertanyaan seperti itu pada saat wawancara kerja. Mungkin perusahaan ingin mengetahui seberapa jauh komitmen dan loyalitas Anda jika diterima sebagai karyawan. Lalu apa kira-kira jawaban Anda?

Jembatan Akar di Kecamatan Bayang

Sedikit bercerita tentang sebuah objek wisata di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Di sebuah desa yang bernama Desa Pulut-Pulut, Kecamatan Bayang, ada lokasi wisata yang dikenal dengan adanya Jembatan Aka (Jembatan Akar). Saya ingat terakhir kali mengunjungi tempat itu ketika masih kelas III SMA. Disebut Jembatan Aka karena memang jembatan yang dimaksud terbuat dari akar-akar yang dijalin membentuk jembatan yang berasal dari dua buah pohon yang letaknya berseberangan dipisahkan oleh sebuah sungai. Jembatan ini cukup kuat sehingga bisa dilalui oleh orang-orang yang ingin menyeberangi sungai. Dahulunya, Jembatan Aka murni terdiri dari akar-akar yang dijalin membentuk jembatan. Namun mungkin karena faktor usia dan seringnya orang berlalu-lalang, jembatan ini diperkuat dengan dipasangnya kawat baja di kedua sisinya.

Pengen Jadi Karyawan Kaya?

Tertarik dengan sebuah buku karangan seorang konsultan perencana keuangan, Safir Senduk, yang berjudul “Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?” Nih buku provokatif juga ya. Di antara begitu banyaknya buku yang beredar yang sangat menganjurkan menjadi seorang pengusaha ketimbang karyawan, buku ini menjadi semacam ‘angin penyejuk’ bagi sebagian karyawan yang selalu dihantui dengan perkataan-perkataan ‘Para Pakar Kesuksesan’ bahwa menjadi seorang karyawan akan menyebabkan kita jauh dari ‘kesuksesan’. Tentu saja kesuksesan yang dimaksud di sini tak jauh dari yang namanya ‘kekayaan’.