Langsung ke konten utama

Lelap

Temanilah aku dalam lelahku ketika panas matahari membakar kulitku
Buatlah aku merasa berharga dan buatlah aku istimewa
Tersenyumlah jika aku menceritakan mimpi-mimpiku
Dan tertawalah ketika aku menceritakan sesuatu yang kuanggap lucu

Binar-binar matamu begitu berharga
Senyum tulusmu begitu sempurna
Kita bicara tentang hati kita
Dan hati kita pun ikut berbicara

Biarkan naunganku membuatmu merasa tenang
Katakan itu dengan matamu, atau dengan kebahagiaan yang terpancar di wajahmu
Jika aku hendak pergi jauh
Katakanlah bahwa kau begitu berat melepasku

Rindumu begitu kuinginkan
Harapmu begitu kunantikan
Aku bicara tentang hatiku
Sedang aku terlelap dalam mimpiku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membuat Blog Versi Mobile

Perkembangan teknologi yang sudah semakin pesat akhir-akhir ini telah semakin memanjakan para pemakainya, tak terkecuali teknologi internet. Akses internet yang dulunya sangat mahal sekarang menjadi lebih murah. Warung internet sudah menyebar ke mana-mana seperti virus. Bahkan mengakses internet sekarang dipermudah dengan adanya handphone yang menyediakan layanan akses internet secara mobile. Namun mengakses internet melalui hp memiliki kelemahan tersendiri

Ngeblog Memang Menyenangkan

Ada kesenangan tersendiri bagi saya berbagi cerita atau informasi di blog. Selain untuk menghilangkan kejenuhan akibat rutinitas sehari-hari, saya juga bisa berbagi dan bersilaturrahmi dengan blogger-blogger lainnya melalui aktivitas blogging dan blogwalking. Dunia blog telah menjadi bagian dari kehidupan saya sehari-hari.

Sejarah dan Asal Muasal Sistem Kekerabatan Matrilineal Minangkabau

Sebagai orang minang, ada pertanyaan yang muncul di dalam diri saya. Minangkabau dikenal dg sistem kekerabatan matrilinealnya, mengambil garis keturunan berdasarkan garis keturunan ibu. Seperti yang kita tahu, ini menjadi keunikan tersendiri, mengingat para 'tetangganya' tidak ada yang memiliki sistem kekerabatan seperti itu. Kenapa hal itu bisa terjadi? Kenapa berbeda sekali dengan rumpun melayu lainnya di Sumatera?