Selasa, 28 Februari 2012

SOPA / PIPA, Menguntungkan atau Merugikan?

Bicara soal pembajakan alias piracy, kegiatan yang satu ini memang dinilai sangat merugikan, terutama bagi pemegang hak cipta suatu produk atau karya. Bagaimana tidak, yang membuat karya sudah susah-payah meluangkan waktu dan memeras tenaga untuk menemukan sesuatu yang dianggap bernilai dan bermanfaat, si pembajak dengan entengnya mencomot, memanfaatkan, dan mengambil keuntungan dari hasil karya itu tanpa ijin yang punya karya.

Lalu apa hubungan pembajakan dengan internet? Jelas sangat berhubungan. Internet adalah ruang maya yang memberikan kita banyak hal, dan tak bisa dipungkiri, internet memiliki banyak peran dalam pembajakan. Mulai dari download lagu, gambar, video, semua bisa dilakukan di internet, bahkan secara gratis. Tak heran kalau industri musik mengalami penurunan penjualan kaset/CD lagu sejak begitu marak dan mudahnya mendownload lagu gratis lewat internet. Membajak di internet benar-benar sangat mudah!

Karena itulah, muncul wacana yang disebut dengan SOPA/PIPA. Apa itu SOPA/PIPA? Mari kita simak penjelasan berikut,
    “Rancangan Undang-Undang Anti Pembajakan Online atau Stop Online Privacy Act (SOPA) dan Undang-Undang Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual atau Protect Intellectual Property Act (PIPA), pertama kali digulirkan oleh Kongres AS ke Gedung Parlemen pada 26 Oktober 2011. Aturan itu diajukan untuk memperluas kemampuan penegak hukum di AS dan pemegang hak cipta dalam melawan perdagangan hak cipta serta kekayaan intelektual melalui media online."
    "Dalam prakteknya, Departemen Kehakiman AS dan pemegang hak cipta bisa mengajukan permohonan ke pengadilan untuk menindak suatu situs yang dianggap melanggar hak cipta. Berdasar permohonan itu, pengadilan dapat menutup jalur iklan yang masuk ke situs pelanggar hak cipta, membatasi mesin pencari yang berhubungan dengan situs tersebut, sampai dengan memblokirnya. SOPA juga bisa menindak penyebaran konten yang tidak disertai izin dengan hukuman lima tahun penjara. SOPA bahkan memberikan kekebalan terhadap layanan Internet, seperti jaringan pembayaran online dan iklan yang secara sukarela memutuskan hubungan dengan situs pelanggar.”
    (http://indonesian.irib.ir/sosialita/-/asset_publisher/QqB7/content/sopa-pipa-dan-kebebasan-akses-informasi)
Masalahnya, jika aturan ini diterapkan secara ketat, bakal banyak situs yang mesti ditutup atau kena blokir. Sensor besar-besaran akan terjadi. Kebebasan berekspresi dan akses informasi di dunia maya akan sangat dibatasi. Tak heran kalau banyak situs seperti Facebook, Wordpress, Wikipedia, Google, dan Twitter yang menentang diterapkannya peraturan ini. Bahkan Google pun dengan penuh semangatnya mengkampanyekan slogan “End Piracy, Not Liberty” (Akhiri Pembajakan, Bukan Kebebasan) demi ditolaknya aturan ini.

Tidak ada komentar:

Random Post