Selasa, 11 Januari 2011

Menjadi Karyawan Outsourcing

Tahun lalu, saya pernah bekerja di sebuah perusahaan sebagai karyawan outsourcing. Saya direkrut oleh sebuah perusahaan outsourcing, dan ditempatkan di salah satu cabang di mana ada perusahaan yang membutuhkan tenaga karyawan outsourcing di sana.

Karyawan outsourcing adalah karyawan yang terikat perjanjian kerja dengan perusahaan outsourcing untuk kemudian ditempatkan dan bekerja di perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing. Jadi istilahnya ada karyawan outsourcing, ada perusahaan outsourcing, dan ada perusahaan yg membutuhkan tenaga outsourcing. Karyawan outsourcing bisa merupakan karyawan tetap ataupun kontrak, tergantung kepada jenis pekerjaan atau kebijakan perusahaan pengelola outsourcing.

Sejauh yang saya tahu, tugas perusahaan outsourcing adalah merekrut calon karyawan outsourcing, memberikan pelatihan mengenai pekerjaan yg akan dijalani karyawan outsourcing, dan apabila dirasa cukup, karyawan outsourcing itu kemudian ditempatkan pada perusahaan yg membutuhkan tenaga outsourcing.

Pada umumnya, kebanyakan karyawan outsourcing adalah karyawan kontrak. Jangka waktu kontrak bisa setahun atau dua tahun, tergantung kebutuhan. Inilah yang sering dipersoalkan oleh para karyawan outsourcing. Mereka tak punya kepastian akan masa depan status karyawan mereka. Apakah nanti jika kontrak selesai, mereka bisa direkrut menjadi karyawan tetap? Ataukah karena tenaga mereka tak dibutuhkan lagi, mereka 'dibuang' begitu saja? Mereka merasa dirugikan oleh sistem outsourcing.

Tak tahulah, apakah lebih banyak rugi atau untungnya menjadi karyawan outsourcing. Bagi saya pribadi, menjadi karyawan outsourcing juga punya keuntungan tersendiri. Pada masa kontrak, saya bisa mempelajari minat saya pada perusahaan tempat saya bekerja. Jika setelah menjalani pekerjaan, saya menemukan bukan di situ pekerjaan yg cocok, saya tinggal tunggu kontrak saya selesai, lalu bisa melenggang bebas tanpa harus membayar denda karena sudah mengundurkan diri dari perusahaan. Pengalaman kerja pun didapat untuk mencari pekerjaan yang lebih cocok.

Biar pun begitu, tak bisa dipungkiri, selama bekerja dg status karyawan outsourcing, saya sering kepikiran soal kepastian status kerja di masa depan.

15 komentar:

nonaManis mengatakan...

tapi yang pasti tetap bersyukur walau hanya d konrak bekerja :) adik saya sudah 2 tahun lebih belum mendapat pekerjaan.
happy new year dan semangat tahun baru

ianz mengatakan...

@nonamanis, mmg sepatutnya kita mensyukuri nikmat yg diberi-Nya...
selamat taun baru jg...........

berbagi informasi mengatakan...

bersyukur dengan apa yang telah diberikan untuk kita sob

ianz mengatakan...

@berbagi informasi, yupz...itulah yg sepatutnya kita lakukan....

yusuf mengatakan...

Apapun pekerjaan kita mesti di syukuri Mas,

rooteye mengatakan...

Gpp, Tetap semangat aja.

ianz mengatakan...

oke deh.. udah empat org yg ngasih smangat.. jadi makin smangat nih..
thanks all :)

Kian Coi mengatakan...

Sistem ketenagaan kerja spt ini, punya dampak postif juga..!! slah stunya ya itu tadi kreatifitas dan sikap kompetitif dalam bekerja.

Hal yg sm skl gak ada jaman dl, cb lihat PNS, Polisi, atau karyawan Dpt.negara.. semuanya kerja asal-asalan, karena mereka merasa terjamin masa depan kerjanya..

La kita yg kerja kontrak, hrs terus berupaya meningkatkan potensi dan kreatifitas agar bisa terus bekerja..!!

Yg gak enak mmg lbh banyak.. soalnya kesejahteraan karyawan kontrak gak jauh lebih baik dari dr pegawai ttp..yg untung ya mereka yg mengelola jasa karyawan tsb..

Kerja nggak uang masuk terus..!! visit me on http://kianhome.blogspot.com/2011/01/ibu-dan-anak-berusia-3-tahun-tewas.html

ianz mengatakan...

@kian coi, betul jg sobat.. bagaimana pun, baik jadi kryawan kntrak, tetap, swasta, atau pun negeri, pasti ada sisi positif n negatifny.. tergntung pribadi masing2 jg..
tp anu sobat.. saya br aja diterima jd cpns.. apa saya bakal jd 'pemalas' jg ya? hihi.....

om rame mengatakan...

dari berbagai sisi positif pendapat teman-teman di atas, saya soroti dampak buruknya. berdasarkan sejauh mata memandang, disaat tengah usia tia-tiba terjadi kontrak tidak diperpanjang. mau bekerja di tempat Lain sementara usia sudah tanggung, tidak bekerja namun tetap perLu menafkahi keLuarga. bergeLut dibidang wirausaha, tidak sedikit yang justru bangkrut.
nah disiniLah saLah satu penyebab, dewasa ini banyak orang stress menghadapi persaingan dunia kerja sistem di atas.
diharapkan pihak terkait dapat dapat segera teratasi Lebih baik Lagi. semoga.

ianz mengatakan...

@om rame, mudah2an ada ya di antara bapak2 n ibuk2 di sana yg mau peduli...

www-TuanMudaKalsel.Blogspot.com mengatakan...

sudah 3 tahun lebih saya malah jadi karyawan outsoucing sampai sekarang, tapi santai saja. Untungnya selalau ada pekerjaan baru setelah proyek yang lain habis.

ianz mengatakan...

@tuanmudakalsel, emang yg namanya rejeki ga bakalan lari ke mana2 ya.....

Turunkan Nurdin mengatakan...

Ya sudah. Masih untung ada kerjaan. Banyak orang nganggur. Atau lebih bagus wiraswasta, ciptakan lapangan kerja.

ianz mengatakan...

@turunkan nurdin, yg penting tetap semangat sob.... :)

Random Post