Minggu, 05 September 2010

Ketawa Dulu...

Kunjungan ke Peternakan Sapi

Ada kunjungan ke Suatu Peternakan sapi terkenal di Madura yang dilakukan oleh peserta seminar keluarga harmonis, pemandu Peternakan tersebut menceritakan bahwa sapi disini sangat sehat-sehat dan kuat-kuat.

Pemandu : "Bapak dan Ibu, ini sapi dari New Zealand sangat kuat sehari bisa 5 kali berhubungan"

Ibu-ibu sambil nyenggol Bapaknya : "Tuh.. Pak 5 kali sehari bisa nggak...?"

Pemandu : "Bapak dan Ibu, ini sapi Australia lebih kuat lagi sehari bisa 10 kali"

Ibu-ibu nyenggol lagi Bapaknya : "Tuh.. pak 10 kali bayangin .....!!!",

Bapak-bapak semakin panas dan tanya kepada pemandu : "Pak ... itu 10 kali dengan betinanya yang sama apa nggak ...?"

Pemandu : "ya... nggak lah Pak"

Bapak-bapak : "Tuh... Bu betinanya beda-beda boleh nggak ...?"


Saya Telah Menemukan Suatu Fakta Yang Penting Tentang Bahasa Lokal

Dua antropolog terbang ke kepulauan di laut selatan untuk mempelajari suku pribumi. Mereka pergi ke dua pulau yang berdekatan dan mulai bekerja. Beberapa bulan kemudian salah satu dari mereka mengambil sampan ke pulau lain untuk melihat apa yang dilakukan rekannya. Ketika ia sampai di sana, ia menemukan antropolog lain berdiri di antara kelompok penduduk asli.

“Salam Bagaimana kabar?!” kata antropolog mengunjungi.

“Bagus!” kata yang lain, “Saya telah menemukan suatu fakta yang penting tentang bahasa lokal sini! Lihatlah!”

Dia menunjuk pohon kelapa dan berkata, “Apa itu?”
Penduduk asli, bersama-sama, mengatakan “Umbalo-gong!”

Dia lalu menunjuk pada batu dan berkata, “dan itu?”
Penduduk asli lagi melagukan “Umbalo-gong!”

“Lihatlah!”, Kata antropolog berseri-seri, “Mereka menggunakan kata SAMA untuk ‘batu’ dan untuk ‘pohon kelapa’!”

“Itu benar-benar menakjubkan!” kata antropolog satunya heran, “Di pulau sebelah, kata tadi berarti ‘jari telunjuk’…”


Praktek Jurus Merayu Cewek

Si Asep sedang membaca emailnya, dan ada artikel menarik tentang cara berkenalan dengan (baca: merayu) cewek. Salah satunya adalah dengan memulai perbincangan seperti berikut :

Cowok : “Maaf, mbak. Mbak punya obeng, ngga?”
Cewek : “Ha? Nggak..”
Cowok : “Kalo nomer hp punya kan?”

…..

Akhirnya, Asep Surasep ingin mencoba “rayuan maut” tersebut.
Dan… Di suatu taman…

Asep : “Maaf, mbak. Mbak punya obeng nggak?”
Cewek : “Punya… Mau yang plus atau minus?”
Asep : “Eh?!?,..ngg..yang minus aja mbak. Kalo palu punya nggak?”
Cewek : “Punya juga.. nih..”
Asep : “(Damn..) ?? Kalo kunci inggris, ada nggak?” (dengan penuh pengharapan agar si cewek menjawab “tidak”)
Cewek : “Ooo.. itu juga ada… dari ukuran 10 sampai 20. Mas mau yang mana?”
Asep : “(buset…).. DAAMMMN…!! F&^%**K…. To the point aja deh, mbak. Mbak punya nomer hape nggak?”
Cewek : “Ooo.. ini.. (sambil menyodorkan kartu nama dan brosur Ace hardware). Kalo mas butuh perkakas, hubungi saya aja. Saya kebetulan di bagian sales Ace Hardware, pusat perkakas yang terlengkap. Ace hardware gitu lho!!!…”
Asep : “….nasiiib….” (sambil pergi dengan tertunduk lesu..).


Kisah Pak Dahlan dan Istrinya

Pak Dahlan dan istrinya adalah pasangan suami istri yang rukun, mereka tidak
pernah kelihatan bertengkar meskipun mereka sudah berumah tangga sekitar 60
tahun. Istrinya sangat penurut, apa-apa yang diminta dan disuruh oleh
suaminya selalu dilaksanakan tanpa ada bantahan barang sedikitpun dari
istrinya. Sedangkan pak Dahlan dikenal sebagai seorang yang sangat sabar.

Pak Kasim teman pak Dahlan semasa revolusi fisik menceritakan ihwal kenapa
istrinya pak Dahlan begitu penurut.
Pada tahun 1946 pak Dahlan hendak mengungsi bersama istrinya,kendaraan yang
dipakai adalah delman yang pada waktu itu sudah terbilang mewah jika sebuah
keluargaƂ mempunyai delman. Baru beberapa kilometer berjalan kuda delman itu
jatuh, mungkin karena kecapekan membawa beban yang sangat berat. Pak Dahlan
bergegas turun untuk membantu kudanya berdiri kembali sambil berseru “satu
!!!”. Ketika beberapa saat kuda itu jalan, kuda tersebut jatuh kembali. Pak
Dahlan bergegas turun membantu kudanya berdiri kembali sambil mengatakan
“dua”. Istrinya keheranan. Ketika perjalanan dilanjutkan, kuda itu jatuh
kembali.Pak Dahlan bergegas turun kembali sambil mengatakan “tiga” lalu pak
Dahlan langsung mengeluarkan pistol di samping celananya lalu
“DOR…DOR…DOR” kuda itu langsung mati. Melihat hal itu istrinya langsung
memarahi sambil memaki-maki pak Dahlan karena sudah menembak kuda
satu-satunya sehingga mereka tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Belum
habis marah sang istri, pak Dahlan langsung menyela dengan mengatakan
“satu !!!”.

Sampai sekarang pak Dahlan dan istrinya hidup rukun dan damai….


Gadis di Bar


Seorang gadis, hitam manis, duduk di sebuah bar. “Permisi, boleh saya mentraktir anda minum?,”tawar seorang laki-laki muda menghampirinya.
“Apa? Ke hotel?,”teriak sigadis.
“Bukan, bukan. Jangan salah paham. Saya hanya menawari minum,” Ungkap pria tersebut setengah keder.
“Kau meminta aku menemani ke hotel?,” teriak sigadis lebih keras.
Merasa di tolak, dengan perasaan malu, laki-laki muda itu beringsut dan duduk di sudut ruangan. Semua orang di bar menatapnya dengan sinis dan mencibir.

Beberapa menit kemudian, si gadis menghampiri si laki-laki muda itu. “Maafkan saya. Saya sedang menyamar. Sebenarnya, saya adalah seorang mahasiswi psikologi yang sedang mempelajari tingkah laku manusia di situasi yang tidak dikehendakinya,” ungkap wanita itu menjelaskan.
Si laki-laki menatap dengan tampang dingin. Kemudian berteriak dengan amat kerasnya.
“Berapa? Dua ratus ribu?!!!”

5 komentar:

rezKY p-RA-tama mengatakan...

berkunjung dengan senyuman...

ianz mengatakan...

Slamat datang... Slamat datang...

dj-site mengatakan...

Aduh GOKIL Sob hahaha....... si Ibu psti gak bisa jawab lagi tuh haha..... macem2 aja.... nie cerita haha...

waduh yg nyamar di bar parah lagi haha......

Semangat n happy blogging ya Sob.. wkwkwkwk

rezKY p-RA-tama mengatakan...

haahhahahahaahha
happy blogging
salam dari blogger jaatim

ianz mengatakan...

@dj-site, hahaha... parah deh pokoknya...
@rezky, salam jg nih dr padang...

Random Post