Rabu, 09 Desember 2009

Tahanan Dijadikan Model Iklan Karena Sakit Hati


Terpampangnya foto tahanan Polresta Bandung Tengah yang kini menjadi narapidana Rutan Kebon Waru pada billboard di Jalan Sumatera, dilatarbelakangi sakit hati pemilik billboard PT Bangun Cipta Perkasa, Marshal Pratama. Tak hanya jadi model iklan papan reklame, foto serupa pun menjadi logo perusahaannya.

"Saya sakit hati karena ditipu oleh dia," ujar Marshal saat ditemui di kantornya, Jalan Sumatera 20, Rabu (9/12/2009).

Marshal menuturkan dirinya dan Avivi menjalin kerjasama dalam pengadaan komputer di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang besarnya Rp 70 juta. Tapi setelah diselidiki, ternyata proyek itu bodong.

"SPK-nya (surat perjanjian kerjasama) palsu, dia juga memalsukan tandatangan pejabat UPI seolah proyek itu riil," jelasnya yang mengaku juga pernah ditipu pada proyek di Bank Niaga.

Setelah berhasil menipu, Avivi kemudian menghilang. Marshal mengetahui keberadaan Avivi menjadi tahanan Polresta Bandung Tengah empat bulan lalu. Rupanya, kata Marshal, Avivi juga menipu orang lain dan dilaporkan ke polisi.

"Kalau saya juga sempat melapor, tapi hingga sekarang belum diurus lagi laporannya," katanya.

Saat tahu Avivi menjadi tahanan Polresta Bandung Tengah, Marshal mendatangi Avivi dan memotretnya saat mengenakan pakaian tahanan. "Foto itu saya jadikan logo perusahaan selain untuk iklan papan reklame," ujar Marshal.

Dia mengaku sengaja memampang foto Avivi di papan reklame miliknya agar masyarakat mengetahui mengenai Avivi dan tidak mudah tertipu.

Informasi yang dihimpun detikbandung, Avivi kini mendekam di Rutan Kebon Waru.

Papan reklame berukuran sekitar 4x6 meter itu berdiri kokoh di seberang Rumah Sakit Jiwa Bandung. Persisnya di samping Hotel Santika. Gambarnya yang cukup unik menyedot perhatian pengguna jalan.

Kaos tahanan berwarna kuning dan berkerah merah melekat ditubuh pria ini. Tanpa wajah dikaburkan, sang pria berpose setengah badan. Pada bagian dada kirinya tertera angka 18. Di bawah angka terpampang tulisan 'TAHANAN'.

Seolah ingin mengundang peminat pemasang iklan, di reklame tersebut pun dibubuhi kalimat berbahasa Sunda. Kalimat berhuruf kapital warna hitam itu yakni : COCOK KEUR IKLAN EUY !... IEU NO HP NA : 08122383839.

http://bandung.detik.com/read/2009/12/09/145956/1257119/486/tahanan-dijadikan-model-iklan-karena-sakit-hati

Tidak ada komentar:

Random Post