Senin, 30 November 2009

Harus Bangkit

Karena masih berjalannya aktivitas pemerintahan di Sumatera Barat (Sumbar) pasca bencana gempa 30 September, status bencana Sumbar ditetapkan sebagai bencana daerah. Hal itu sempat membuat beberapa pihak kecewa, mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan akibat gempa.

Yah, sudahlah, apalah arti sebuah status. Hidup terus berjalan. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita menatap masa depan, apa yang harus kita lakukan untuk membenahi semuanya dan memperbaiki keadaan. Artinya, perlu perencanaan matang untuk rehabilitasi dan rekonstruksi.

Salah satu hal yang perlu jadi perhatian adalah masalah psikis, terutama trauma bagi anak-anak yang langsung merasakan dampak gempa. Sebagai masyarakat Sumbar saya sangat salut dengan bantuan moral yang diberikan baik oleh lembaga luar negeri maupun dari dalam negeri. Mereka cepat tanggap dengan kondisi, serta berpengalaman. Bantuan itu mengalir dari delapan penjuru mata angin. Hmm, ini tak lepas dari peranan media massa yang dengan cepat menyebarkan berita mengenai kondisi terbaru di Sumbar. Salut pokoknya...

Pembangunan infrastruktur juga penting. Betapa banyak bangunan termasuk sarana umum yang rusak akibat gempa. Perlu sekali adanya metode yang tepat untuk membangun sarana-sarana yang rusak itu. Mungkin ada yang mengusulkan diadakannya Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi seperti di Aceh, dan sebagian mengusulkan pola yang dipakai di Yogya.

Semoga saja Sumbar mampu bangkit dari keadaan ini bahkan menjadi lebih baik lagi di masa-masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:

Random Post